11.6.14

Cookies Galau



Ini adalah kisah kegalauan saya dengan cookies alias kue kering yang tadinya mau saya hias dengan icing warna warni. Cerita dimulai ketika suatu hari saya mendapat oleh-oleh  cookies hias warna warni yang rasanya oh lezat nikmat sekali, mendadak saya lupa dengan sumpah tidak mau bikin cookies sampai anak-anak saya sudah melewati masa rewelnya. Saya bertekad, saya mau bikin cookies lagi.

Lalu saya mulai mengumpulkan bahan-bahan cookies jika kebetulan mampir di hypermarket ataupun toko bahan kue. Sembari menengok berbagai laman yang berbagi cerita tentang pengalaman para pembuat cookies yang amatir, juga pengalaman para senior yang sudah dalam tahap master. Sambil mencari alokasi waktu, saya juga merancang strategi bagaimana supaya tidak ada kerusuhan dapur seperti pembuatan cookies alfabet beberapa waktu lalu itu.

6.6.14

Yang Sederhana, Yang Menggugah Selera



Ini adalah cerita tentang menu yang simpel. Tidak macam polah prosesnya, tapi relatif banyak penggemarnya. Sudah semacam takdir bahwa ayam goreng selalu mudah diterima lidah. Apalagi jika bumbunya moderat, tak berat namun hasil akhirnya mendekati lezat.

Begitu pula dengan ayam goreng yang satu ini. Bagi saya, ayam yang digoreng dengan wujud apapun (dengan tepung, tanpa tepung, dengan kremes, dengan bumbu ungkep, dengan bumbu bacem, dan segala versi lainnya) adalah ayam goreng. Namun kebanyakan orang punya nama lain. Ayam goreng yang saya sajikan dengan kelengkapan karbo, sayur, dan saus jamur ini lazim disebut sebagai steak ayam.

1.6.14

Belajar Gagal dari Resep Antigagal

"Learn how to cook -- try new recipes, learn from your mistakes, BE FEARLESS and above of all have fun!" [Julia Child]


Sebagian besar (mungkin) beranggapan, kalau orang suka masak, pasti pinter masak. Saya mengalaminya. Saat melihat resep, dan nyeletuk, "Wah, kayaknya enak nih". Seringkali, teman yang kebetulan bersama pasti akan bilang, "Kan pinter masak, gampanglah buat kamu". Ups. And, here are the stories.

Dalam dunia persilatan dapur, saya seringkali gagal saat mencoba resep-resep. Sering. Untungnya punya suami yang mengutamakan rasa, bukan penampakan. Jadi, seperti apa pun wujudnya, alhamdulillah selalu kandas. I love u, wak arie! :p


7.5.14

Panna Cotta, atau Apapun Itu...


what's in a name?
that which we call a panna cotta
by any other name would smell as sweet.

Sepotong santapan penutup dengan citarasa manis biasanya sulit ditolak sekalipun perut sudah terasa sesak. Tapi bagi saya, apa yang disebut dessert pun tak selalu berada dalam kedudukannya sebagai penutup santapan utama. Begitupula dengan si ungu manis yang lembut membelai lidah ini.

Orang menyebutnya panna cotta. Berasal dari tangan para peracik makanan Italia, panna cotta dianggap berbeda dengan agar-agar karena tekstur yang lebih lembut dan creamy. Itu karena kandungan gelatin dan heavy cream di dalamnya. Namun di mata anak saya, apapun nama kerennya, makanan bertekstur kenyal lembut kayak begini adalah agar-agar.

15.4.14

Tiramisu Gampang Banget!


Serepot-repotnya saya sama dua anak perjaka yang lincah-lincah itu (yang membuat saya sering jadi pemasak pemalas) adakalanya meledak pula hasrat ingin membuat kue-kue centil lagi. Padahal risikonya, tentu saja dapur mungil saya akan berubah heboh bukan main, berantakan bukan main. Semuanya karena serba disambi si bocah yang minta ini itu atau sekadar bertanya ini itu.

Kue centil kali ini sebenarnya tak termasuk golongan kue, melainkan hidangan penutup alias dessert. Saya membuat tiramisu yang ternyata gampang banget. Apalagi salah satu bahannya, yaitu sponge cake-nya tidak bikin sendiri. Maka yang saya lakukan untuk menyiapkan dessert ini hanyalah mengocok krim, dan menyusun lapisan demi lapisan saja. 

Eh, tapi ternyata proses itu tak sekadar 'hanya' bagi seorang amatir seperti saya :D